(Selalu) Ada Terang dalam Gelap

shares |


Baru saja aku berharap bertemu langit senja yang indah. Ternyata hari ini tak kujumpai ia disana. Namun, apakah semburat jingga saja yang bisa kunikmati? Ternyata tidak. Bahkan semua warna yang disajikan langit aku tetap suka. Darinya aku merasakan ketenangan kala memandangnya. Meskipun kadang juga merasa takut jika warnanya sangat gelap.

Dari langit sore ini, aku belajar dan menemukan kesimpulanku. Setidaknya pemikiranku detik ini. Langit, bagaimanapun kelabunya, ia tetap memiliki titik terang. Ya, titik terang yang tetap bisa dinikmati, dan memberikan rasa. 
Mungkin seperti itulah hidup, bahwa dari hal yang mungkin terlihat gelap, akan ditemukan terang. 
Dari seseorang yang dianggap tak baik, pasti memiliki kebaikan. Dari semua kenangan buruk pasti tersimpan kenangan manis. Tergantung sisi mana yang ingin kita lihat. Namun, jika kita terus melihat sisi gelap dan tak mau menengok sisi terang itu, rugilah kita. Jangan pernah bilang tak bisa. Mungkin kita hanya tak mau atau belum mau, tapi kita bisa.

Belajarlah untuk melihat sisi terang dari semua hal. Setidaknya aku pernah belajar dari hal itu. Fokus melihat sisi gelap justru menyesakkan dan merugikan diri sendiri.Seperti belajar menikmati warna langit sore ini. Aku tak harus hanya mencintai biru atau jingganya dan menghardik warna gelapnya. Karna semua itu adalah warna yang melekat padanya, maka jika kita menyukainya kita harus mencintainya seutuhnya dan apa adanya ia.
Hai hidup, aku akan lebih berani untuk melihat sisi terangmu dan lebih jeli, waspada ketika melewati gelap.
Bandung, pkl. 18.14 WIB, 10 Desember 2017
Dari penikmat langit sore yang belajar mencari makna hidup dan sedang belajar bercerita lewat ketikan 😄

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar