Tak ada target pun adalah sebuah target

shares |


Tulisan ini dibuat dalam fikiran yang masih antara percaya dan tak percaya kalau salah satu muridku ada yang lolos ke tingkat Privinsi di olimpiade bahasa Jerman hari ini.
Alhamdulillah 'alaa kulli haal.
Got sei Dank. Tadi adalah pertama kalinya say jadi pembimbing siswa untuk acara olimpiade bahasa jerman. Tadi masih tingkat Bandung raya. But it was the first time for me. Bukannya maksud alay ya sampe bikin tulisan kaya gini. Tadi pagi tuh saya udah pesimis duluan kalo murid saya tuh gak akan menang, dan yaaa... yang penting kita berpartisipasi. Itu yang saya tekankan ke anak2. Kita cari pengalaman aja. Kali juga bisa tambah teman atau kecengan kaya anak muridku tadi. Ya gk ilma? Raffa? *kalo kalian baca pasti senyum2 deh. So... poinnya sebenernya adalah, jangan terlalu pesimis. Kita harus tetap optimis. Dan baru terfikirkan 15 menit yang lalu, yang jadi alasan saya nulis ini, bahwa tak ada terget pun sebenernya adalah sebuah target. Iya kan, targetnya tuh gak ada target apa2. Ngerti gk? Kalo gk ngerti gpp. Mungkin nanti bisa paham. Iya nanti. Kapan- kapan.hehe.
Untuk lieber Chan Chan... selamat ya Chandra lolos ke tingkat Provinsi. Ayo kita lanjutkan! Yang lainnya... kita siapkan untuk meramaikan acara selanjutnya!
Senang juga setelah 6 tahun yang lalu ikut olimpiade sebagai peserta, sekarang ikut sebagai pendamping. Dulu perjuangan ikut Olym tuh berasa sesuatu banget. Not easy. Alhamdulillah ketemu lagi sama teh Aul setelah 6 tahun yang lalu nginep dirumahnya pas okut Olym tk. Provinsi. Makin cantik banget frauku ini. Semoga silaturahminya bisa terus berlajut.
Sekali lagi, tulisan ini bukan untuk alay pamer bisa dapat lolos tk. Prov. Karena teman-temanku banyak guru2 yg bahkan lebih muda dariku pun bisa melakukannya. Ini adalah tentang pembelajaran agar jangan terlalu pesimis. Kita tak pernah tau apa yang akan terjadi. Selamat untuk semua yang berhasil dan yang belum berhasil mari kita berjuang lagi tahun depan.
Dan keberhasilan hari ini pun adalah usaha banyak pihak. So, terimakasih untuk sekolah yang terus mendukung, doa orang tua kami dan kamu. Iya kamu yg baca.

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar