RANGKUMAN MATERI ANTROPOLOGI
| 21.43 |
RANGKUMAN MATERI ANTROPOLOGI
KELAS XII – BAHASA
SEMESTER 1&2
Disusun
oleh :
NAMA : AMNA NURDIANA
KELAS : XII BAHASA
NO.
ABSEN : 01
SMA NEGERI 3 TASIKMALAYA
2011 – 2012
BAB 1
KERAGAMAN BENTUK DAN PERKEMBANGAN
SENI DI INDONESIA
Berdasarkan
indera pendengaran manusia, seni dibagi 2 :
1.
seni musik
2.
seni kesusastraan
Pengelompokan
seni menurut Edi sedyawati :
a.
Seni rupa
b.
Seni pertunjukan
c.
Seni sastra
d.
Seni media rekam
A.
Jenis kesenian di Indonesia
1.
Seni rupa
Secara
garis besar seni rupa di bagi 3 :
A.
Seni lukis
Perkembangan
seni lukis:
1.
Zaman purba
2.
Zaman hindu – budha
3.
Zaman madya
4.
Zaman sekarang
Menurut
bahan dan teknik pembuatannya seni lukis dibagi menjadi:
1.
Lukisan cat minyak
2.
Lukisan cat air
3.
Lukisan orang
4.
Lukisan altresco atau tresco
5.
Lukisan kapur berwarna
6.
Likisan tempera
7.
Lukisan encostis
8.
Lukisan mozaik
9.
Likisan azalajo
Menurut
alairannya, seni lukis dibedakan menjadi lukisan yang beraliran :
1.
Naturalis
2.
Realis
3.
Impresionis
4.
Ekspresionis
5.
Kubisme
6.
Futuristis
7.
Surealis
8.
Bebas (abstrak)
B.
seni patung
C.
seni arsitektur
Perkembangannya
:
-
Zaman batu
-
Zaman megalithikum tua
2.
Seni sastra
Sastra
berkembang mengikuti jiwa masyarakat menurut zamannya :
a.
Prosa
b.
Puisi
3.
Seni pertunjukan
Menurut Edi
Sedyawati (2006) jejak – jejak seni pertunjukan Indonesia mulai di temukan pada
zaman prasejarah akhir terutama zaman perunggu besi. Seni pertunjukan Indonesia
mengalami perkembangan pada masa hindu - budha.
Fungsi
seni pertunjukan menurut edi sedyawati (2006) :
a.
Fungsi Religius
b.
Fungsi Edukatif
c.
Fungsi Peneguhan integrasi nasional
d.
Fungsi Hiburan
e.
Fungsi Mata pencaharian
Jenis
seni pertunjukan :
a.
Seni musik
b.
Seni tari
c.
Seni teater (drama)
B.
Hubungan seni, seniman dan masyarakat
1.
Seni
Seni
adalah jenis prilaku manusia yang khusus
2.
Siapa seniman dan apa kegiatannya?
o
Seniman
Kita
semua bisa melakukan hal yang sama, yaitu menciptakan karya seni sebagai suatu
proses atau kegiatan yang kreatif, sehingga semua manusia adalah seniman.
o
Kegiatan seniman adalah melakukan kegiatan berkesenian, seperti menyanyi,
mencipta dan membaca puisi, melukis, acting, dan sebagainya.
Kegiatan berkesenian dapat di
pandang sebagai :
1.
Penyaluran kekuatan adi – kodrati
2.
Penyaluran bakti (kepada tuhan, atau pemimpin)
3.
Melestarikan atau mewariskan warisan nenek moyang
4.
Sarana atau komponen pendidikan
5.
Kegiatan bersenang senang dan menghibur
6.
Sarana mata pencaharian hidup
Seni
memiliki berbagi kemungkinan :
1.
Kekuatan adi – kodrati yang menjelma
2.
Ide yang mewujud
3.
Energy yang mewujud
4.
Sarana kesinambungan tradisi
5.
Wujud kreativitas
6.
Sarana bersenang – senang
C.
kebebasan berkreasi
Proses
kreatif seniman dengan menggunakan intuisi, kepekaan dan hati nurani.
D.
tanggung jawab berkesenian
-
makhluk sosial adalah mendukung terwujudnya kedamaian dan ketentraman
masyarakat
-
Anggota suatu bangsa
-
Anggota suatu Negara
3.
Masyarakat
a.
Pengertian masyarakat
Masyarakat adalah golongan besar
atau kecil terdiri dari beberapa manusia, yang dengan atau karya sendiri
bertalian secara golongan dan pengaruh mempengaruhi satu sama lain.
Syarat
terjadinya masyarakat :
1.
Terdapat dua orang atau lebih
2.
Terdapat sifat saling mempengaruhi atau pertalian batin
b.
Masyarakat dan seni
Masyarakat
adalah sumber seni
kesenian
mencerminkan nilai – nilai yang di anut suatu masyarakat dan sekaligus merupakn
cara untuk mewariskan nilai – nilai yang di anut suatu masyarakat.
4.
Hubungan seni, seniman dan masyarakat :
Di
tinjau dari perkembangan seni, masyarakat Indonesia memasuki masa post modern,
menurut Chris baker (2005) perasaan post modern :
a.
Pengertian akan ciri hidup yang fregmentaris, ambigu, dan tak pasti
b.
Kesadaran akan sentralisasi hal – hal yang mungkin terjadi
c.
Pengakuan terhadap perbedaan
d.
Kecepatan laju kehidupan
Bedasarkan
uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa hubungan seni, seniman dan masyarakat :
a.
Masyarkat selalu memiliki seni yang dilahirkan oleh beberapa senimannya
b.
Masyarakat adalah sumber inspirasi bagi seniman dalam melahirkan karya
seni
c.
Karya seni adalah sarana seniman untuk mengkritik dan memperbaiki keadaan
masyarakat
5.
Sikap terhadap dampak potensi Seni
1.
Pengertian
a.
Sikap
Sikap adalah evaluasi umum
yang dibuat manusia terhadap dirinya sendiri, orang lain, objek atau isu isu.
b.
Dampak potensi seni
Dampak adalah pengaruh luar yang
mendatangkan akibat baik negatif atau positif.
Potensi
diri adalah kemampuan yang dimilliki setiap pribadi yang mempunyai kemampuan
untuk dikembangkan .
2.
Menentukan sikap terhadap dampak dari potensi seni
BAB II
AGAMA DAN KEPERCAYAAN DI INDONESIA
A.
Agama
1.
Emosi keagamman
Dapat menyebabkan manusia
mempunyai sikap serba religi yang mencakup proses psikologi manusia
2.
System keyakinan
Berupa fikiran dan gagasan manusia
menyangkut keyakinan dan konsepsi manusia akan sifat – sifat tuhan
3.
System ritus dan upacara
Wujud aktivitas dan tindakan
manusia dalam melaksanakan kebaktiaannya
4.
Peralatan ritus dan upacara
5.
Umat agama
Dari
berbagai pemahaman tentang agama tersebut maka menurut Hendropuspito dapat di
rangkum unsur – unsur konsep agama yaitu :
1.
Agama di sebut jenis sistem sosial
2.
Agama berporos pada sesuatu kekuatan – kekuatan non empiris
1.
Agama Bumi atau alam
a. simbolisme langit (dewa langit)
b. matahari dan bulan
c. air dan batu
2.
Agama wahyu
Menurut Max Weber agama wahyu
adalah agama yang di rasionalkan, besifat abstrak dan logis
B.
Kepercayaan
1.
Animisme
2.
Dinamisme
3.
Totemisme
4.
Politheisme
5.
Monotheisme
6.
Sinkretime
BAB III
FUNGSI PERILAKU AGAMA DAN
KEPERCAYAAN
A.
Lingkungan dan perilaku agama
1.
Lingkungan agama untuk mengetahui tentang perilaku agama
a.
Kawasan putih
Kawan dimana kebutuhan manusia
yang hendak di capai masih dapat di atasi dengan kekuatan manusia sendiri
b.
Kawasan hijau
Meliputi daerah dimana manusia
merasa aman dalam artian akhlak (moral)
c.
Kawasan gelap
Kawasan gelap adalah daerah usaha
dimana manusia secara radikal dan total mengalami kegagalan yang di sebabkan
oleh ketidak mampuan manusia sendiri secara mutlak
2.
Perilaku keagamaan
Secara psikologis ada 4 faktor
yang menghasilkan sikap keagamaan :
1.
Pengaruh social
2.
Pengalaman
3.
Kebuntuan
4.
Proses pemikiran
B.
Dampak perilaku keagamaan bagi kehidupan masyarakat
Dibedakan
dalam berbagi lapisan masyarakat:
1.
Golongan petani
Kaum petani cenderung untuk
mendaya gunakan kekuatan magis guna mempengaruhi kekuatan kosmos yang
irasional. Itulah sebabnya kaum petani pada umumnya mempunyai kecenderungan
religius lebih besar dari pada kelompok manusia dari lapisan sosial lain
2.
Golongan pengrajin dan pedagang kecil
Hidup mereka lebih di dasarkan atas
landasan ekonomi yang memerlukan perhitungan rasional, dengan perencanaan yang
teliti dan pengarahan yang pasti
3.
Golongan pedagang besar
Kelas ini dikuasai oleh orientasi
keduniaan yang menutup kecenderungannya kepada agama yang profetis dan etis.
4.
Golongan karyawan
5.
Golongan etis
Menurut
Hueber , golongan elit dan hartawan sejajar dengan golngan birokrat yang tidak
menaruh gagasan tentang keselamatan, dosa, dan kerendahan hati. Namun mereka
haus akan kehormatan.
C.
Fungsi agama dan kepercayaan
1.
orang Bergama
Menurut
Max herich, ada 4 faktor yang mendorong orang masuk atau pindah agama:
a.
Faktor pengaruh ilahi
b.
Adanya pembebasan dari tekanan batin dari kalangan ahli psikologi
c.
Adanya situasi pendidikan(sosialisasi)
d.
Adanya aneka pengaruh sosial
2.
Fungsi agama atau religi dan kepercayaan
a.
Agama dan pemeliharaan masyarakat
Melalui
organisasi agama, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan akan pengetahuan, dan ini
mampu menciptakan pemeliharaan kepada masyarakat.
b.
Agama dan pengintegrasian nilai – nilai
c.
Peranan agama di bidang sosial
Nilai
keagamaan memainkan peranan dalam masyarakat hanya selama nilai – nilai
tersebut dikenal dianggap cocok dan diyakini oleh setiap anggota masyarakat.
d.
Agama dan situasi ketegangan
Agama
dapat dianggap sebagai salah satu cara yang paling penting bagi manusia
untuk menyesuaikan diri dengan situsi yang penuh ketegangan.
Fungsi
agama menurut Hendropuspito:
1.
Fungsi pendidikan
2.
Fungsi penyelamatan
3.
Fungsi pengawasan sosial
4.
Memupuk persaudaraan
5.
Fungsi transformative
BAB IV
PENGARUH IPTEK TERHADAP MASYARAKAT
DAN DINAMIKA BUDAYA
A.
Masalah Iptek
1.
Pengertian iptek
Ensiklopedia
ilmu sosial tahun 2000
1.
Istilah teknologi mengacu pada sebuah objek fisik atau artefak seperti mobil
2.
Mengacu pada sebuah proses atau kegiatan
3.
Merujuk pada keterampilan dan pengetahuan yang di perluas dalam produksi atau
penggunaan teknologi keahlian yang di perlukan untuk kebutuhan hidup
2.
Iptek dan pengaruhnya bagi kehidupan manusia
Perubahan
masyarakat di pengaruhi oleh perkembangan iptek yang ada terutama teknologi
yang di gunakan manusia dalam kehidupannya
3.
Sejumlah manfaat yang dihasilkan iptek
Membantu
mempermudah pekerjaan
4.
Sejumlah kerugian yang dihasilkan iptek
Efek
negative bias di bedakan menjadi 2 hal:
-
Bersifat sosial
-
Bersifat non sosial
5.
Masalah teknologi dan gaya hidup
Tidak
jarang teknologi menjadi tolok ukur tingkat gaya hiduo seseorang atau
menunjukan status tertentu
B.
Elemen- elemen penyebaran inovasi
1.
Inovasi
2.
Komunikasi
3.
Sistem sosial
-
Pemuka pendapat
-
Agen pembawa
4.
Waktu
C.
Norma, budaya dan tradisi dalam mengadopsi inovasi
1.
Norma budaya inovasi
Ada
dua macam tipe norma dalam sistem sosial suatu masyaraat
-
Tradisional
-
Modern
2.
Beberapa golongan penting dalam keputusan inovasi
Proses
adopsi di artikan sebagai sebuah proses mental yang dilalui oleh individu sejak
pertama kali mendengar inovasi sampai akhirnya mengadopsi inovasi tersebut
3.
Tahapan proses adopsi
Rogers
dan shoemaker:
a.
Awareness
stage =
Individu belajar akan ebuah ide baru
b.
Interest
stage
= Individu membangun ketertarikan terhadap inovasi dan mencari inovasi tambahan
c.
Evaluation stage
d.
Trial stage
e.
Adoption
stage
= Individu menggunakan ide baru secara terus menerus
4.
Beberapa perilaku ketidak sesuaian
Ketika
individu merasa menjadi tidak sesuai, dia biasanya akan terdorong untuk merubah
pengetahuan, sikapnya atau tindakannya.
5.
Diskontinuitas
Diskontinuitas
adalah keputusan untuk mengehentikan penggunaan inovasi setelah sebelumnya
mengadopsinya
6.
Berbagai kendala dalam proses adopsi
Sistem
sosial yang bersifat tradisional dalam banyak hal nyatanya menjadi penghalang
atau kendala proses penyebaran serta adopsi inovasi.
D.
Perkembangan daya dan potensi iptek
Teknologi
dilihat sebagai salah satu aspek yang menentukan perubahan kebudayaan suatu
masyarakat. Untuk itu, dalam memahami perubahan kebudayaan masyarakat dan
mengambil sikap yang bijaksana atas hal tersebut maka ada baiknya jika kita
melihat dulu bagaimana perkembangan iptek dalam masyarakat menurut kacamata
studi antropologi
E.
Beberapa contoh perkembangan karya dan potensi iptek
Teknologi
transportasi bermula dari di temukannya sandal atau alas kaki dan contoh
lainnya
F.
Sekilas melihat pengaruh positif dan negatif iptek
Pengaruh
iptek sangat bervariasi tergantung bagaimana dan dari sudut pandanag mana ia
menilainya. Dengan begitu makna sebuah perkembangan teknologi bergantung dari
bagaimana kita menilainya dan untuk apa kita menggunakannyaTeknologi dan
culture lag
1.
Teknologi dan tuntutan kemmampuan SDM
2.
Cara menghadapai karya dan potensi iptek
Teknologi
harus disikapi dengan bijaksana
BAB V
STUDI ETNOGRAFI DAN BAHASA LOKAL
A.
Studi Etnografi
1.
Pengertian dan makna studi etnografi
Etno
= Bangsa atau suku bangsa
Graphy
= tulisan
Etimologi
= tulisan yang berisi deskripsi atau gambaran mengenai kehidupan dan kebudayaan
suatu bangsa
2.
Studi etnografi Indonesia
Bangsa
Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa.
Studi
etnografi terhadap suku bangsa Indonesia terus di adkan secara berkesinambungan
B.
Pemetaan penyebaran bahasa lokal
1.
Pemetaan bahasa local
Pemetaan
bahasa local adalah usah auntuk memberikan gambaran umum mengenai sejumalah
bahasa adaerah yang dialeknya (bahasa local)
2.
Penyebaran bahasa local
Pemetaan
Penyebaran bahasa daerah adalah sangat mudah apabila tolo ukur yang
di gunakan adalah daerah asal suku bangsa yang bersangkutan
BAB VI
MENGKOMUNIKASIKAN HASIL STUDY
ANTROPOLOGI
A.
Studi antropologi
Antropologi
adalah ilmu tentang manusia .
Fase
pertama studi antropologi sudah ditemukan sebelum tahun 1800
1.
Materi yang menjadi bahan studi antropologi diantaranya adalah :
a.
Ethnography yaitu gambaran tentang bangsa – bangsa
b.
Ethnologhy yaitu ilmu bangsa – bangsa
c.
Cultural Anthropologhy yaitu ilmu yang mempelajari peradaban manusia dengan
focus utama pada kebudayaan
d.
Physical Anthropologhy adalah bagian dari antropologi yang mempelajari sejarah
terjadinya keanekaragaman manusia berdasarkan perbedaan ciri – ciri fisik tubuh
manusia
2.
Hasil studi antropologi
a.
Teori
Hasil
studi antropologi adalah teori – teori dalam antropologi.
Teori
bertujuan menjelaskan kenyataan yang sudah ada
b.
Teori antropologi
Teori
antropologi terdiri dari 2 kata yaitu teori dan antropolgi
Teori
antropologi berarti sekumpulan konsep, definisi dan proposisi yang saling kait
mengkait yang menghadirkan suatu tinjauan secara sistematis atas fenomena
kehidupan manusia dari waktu ke waktu dengan menunjukan secara spesifik
hubungan hubungan di antara variabel – variabel yang tekait dalam
fenomena budaya, dengan tujuan memberikan deskripsi, ekplanasi dan prediksi
atas fenomena budaya kehidupan manusia tersebut.
3.
Penerapan teori antropologi
Dalam
kehidupan sehari – hari manusia sangat akrab dengan teknologi.
Teknologi
adalah penerapan dari ilmu pengetahuan untuk membuat hidup manusia lebih baik
dan mudah.
4.
Tujuan akhir studi antropologi
Manusia
adalah makhluk Tuhan yang istimewa yang diberi sifat serba ingin tahu.
Peradaban manusia menunjukan adanya usaha yang tidak mengenal lelah menuju
kepada tingkat perkembangan pengetahuan yang telah di capai pada saaat ini.
5.
Tipe studi antopologi
Studi
kualitatif dan kuantitatif
a.
Studi kuantitatif
Studi
kuantitatif adalah studi yang mementingkan hasil bukan proses. Hasil studi
berwujud laporan dengan menggunakan lambing dan bilangan dan didasarkan pada
data empiris. Pada umumnya data akan di tampakkan dengan menggunakan tabel,
grafik, diagram, dan posedurnya.
b.
Studi kualitatif
Studi
kualitatif berusaha mendekati dan memecahkan permasalahan yang tidak dapat
dipecahkan oleh studi kuantitatif.
6.
Cara berfikir induktif dan deduktif
a.
Cara berfikir induktif (kualitatif)
Cara
berfikir yang didasar ada data – data dalam ruang ingkup kecil untuk
menghasilak generalisasi ( teori umum / khusus ke umum)
b.
Cara berfikir deduktif ( kualitatif)
Yang
didasarkan pada teori – teori yang sudah ada dan diakui kebenarannya secara
umum (umum ke khusus)
B.
mengkomunikasikan hasil studi antopologi
1.
contoh – contoh aneh di sekitar kita
dua
orang yang berbeda suku bertemu, karena perbedaan keduanya bersikap hati –
hati, bahkan muncul rasa takut yang pada akhirnya membuahkan permusuhan.
Seandainya mereka belajar hasil studi antropologi, tentu mereka akan dapat
saling menerima dan bersahabat dengan baik.
2.
Apa penyebabnya?
Jawabannya
adalah karena ketidaktahuan terhadap hasil – hasil studi antropologi.
3.
Bagaimana cara mengatasinya?
Yaitu
dengan mengkomunikasikan hasil studi antropologi di lanjutkan dengan
sosialisasi studi antropologi. Dengan demikian mereka di harapkan dapat
menerimakenaekaragaman dan hidup berdampingan bersama guna membanagun peradaban
dan kebudayaan manusia yang lebih maju.
4.
Cara mengkomunikasikan studi antropologi
-
sangat mungkin untuk mengkomunikasinkannya dari mulut ke mulut
tapi hasilnya tidak akan maksimal.
-
menuliskan studi antropologi itu dalam berbagai bentuk karya ilmiah
SEMOGA
BERMANFAAT . . . .
Makasih bnyaak yaa :D
BalasHapussama-sama... mudah-mudahan bermanfaat
BalasHapuskakak,, jurusan bahasa?
BalasHapusIya betul
Hapus